Tugas Grafik
0
komentar
Arif Hendra Gunawan
-
MEMBUAT PROGRAM MENGGAMBAR
GARIS DIAGONAL,VERTIKAL DAN HORIZONTAL
NAMA : Arif Hendra Gunawan
NPM :11112112
KELAS :3KA31
Berikut source code nya:
Untuk menggambar garis,anda dapat menggunakan metode
drawLine,sintaks penggunaannya adalah sebagai berikut :
drawLine(x1,
y1, x2, y2)
garis yg dibuat akan dimulai dari kordinat (x1,y1) sampai
koordinat akhir pada (x2,y2). Misalkan anda menulis gar.drawLine(12, 12, 100, 100);,berarti anda
menggambar garis di mulai dari titik awal (12,12) dan berakhir di titik
(100,100).ini kan menampilkan garis berbentuk diagonal:
contoh:
class Kanvas extends Canvas
{
public
void paint (Graphics gar)
{
gar.drawLine(12, 12, 100, 100);
}
}
class
FrameUtama extends JFrame
{
private Kanvas kanvas = new Kanvas ();
FrameUtama()
{
super("Diagonal");
setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
setLocation(120, 125);
setSize (275, 285);
getContentPane().setLayout(new BorderLayout());
getContentPane().add(kanvas, BorderLayout.CENTER);
show();
}
}
{
new
FrameUtama();
}
Output:
Tugas softskill Bahasa Indonesia 1
1.
Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat
Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran
Sebelum saya mengungkapkan pendapat saya tentang peranan
Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan
Hasil Pemikiran, saya akan memaparkan pengertian bahasa secara umum dan
beberapa fungsi dari bahasa itu sendiri. Berikut kutipan yang dapat
menggambarkan definisi bahasa serta fungsinya.
Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa
adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat
ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau
kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara
kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili. Kumpulan kata atau
kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan
abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus
atau leksikon. Pada saat kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita
ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitu saja, melainkan mengikuti aturan
yang ada.
Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yang disebut tata bahasa.
Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yang disebut tata bahasa.
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah
sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi
informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk
menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan,
karena bahasa juga berfungsi:
- Untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
- Untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
- Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
- Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).
Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang
memungkinkan kita membentuk diri sebagai makhluk bernalar, berbudaya, dan
berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama, mengadakan
transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita
masing-masing.
Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan. Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh,misalnya,mahasiswa. Ia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam setiapujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama.
Ia memerlukan informasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol, atau mengawasi perusahaan tanpai nformasi tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. Karena setiap orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.
Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan. Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh,misalnya,mahasiswa. Ia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam setiapujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama.
Ia memerlukan informasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol, atau mengawasi perusahaan tanpai nformasi tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. Karena setiap orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.
Nah disini yang dapat saya jelaskan tentang peranan Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah sebagai alat untuk menyerap dan mengungkapkan pemikiran adalah dimana fungsi Bahasa Indonesia itu sendiri sebagai alat komunikasi terlihat jelas untuk mengungkapkan apa saja yang kita pikirkan sehingga orang lain bisa mengerti apa yang kita maksudkan. Karena tidak mungkin seseorang dapat mengetahui apa yang kita sampaikan kalau tidak kita ungkapkan dengan lisan. Sedangkan yang dimaksud peran sebagai alat untuk menyerap adalah timbal balik dari istilah mengungkapkan yang sebelumnya saya paparkan.
Contohnya bila kita mengucapkan satu kata pada seseorang misalkan kita katakan "bunga", otomatis bila bahasa yang digunakan sama (Bahasa Indonesia) si pendengar akan menangkap atau mendengar terlebih dahulu perkataan kita dan langsung terproses kata "bunga" tersebut di dalam otak si pendengar sehingga dia dapat memahami apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.
2. Ragam
Bahasa
Sebelum saya
membahas tentang ragam bahasa saya akan membahas tentang Bahasa Indonesia yang
umum digunakan mempunyai dua corak, yaitu bahasa tutur dan bahasa bergaya.
Bahasa tutur atau bahasa percakapan adalah bahasa yang lazim dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam percakapan. Sifat-sifat khasnya, bersahaja, sederhana, dan singkat bentuknya.
Bahasa bergaya adalah bahasa yang digayakan, yang sengaja diperbesar daya gunanya. Segala sesuatunya disusun diatur, dan digunakan seefisien-efisiennya, supaya sanggup menyalurkan berita batin.
Jenis yang kedua (bahasa bergaya) bentuknya beragam:
1. ragam umum,
2. ragam khusus, terdiri dari
a. ragam ringkas yang meliputi ragam jurnalistik, ragam ilmiah, dan ragam jabatan
b. ragam sastra
Bahasa tutur atau bahasa percakapan adalah bahasa yang lazim dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam percakapan. Sifat-sifat khasnya, bersahaja, sederhana, dan singkat bentuknya.
Bahasa bergaya adalah bahasa yang digayakan, yang sengaja diperbesar daya gunanya. Segala sesuatunya disusun diatur, dan digunakan seefisien-efisiennya, supaya sanggup menyalurkan berita batin.
Jenis yang kedua (bahasa bergaya) bentuknya beragam:
1. ragam umum,
2. ragam khusus, terdiri dari
a. ragam ringkas yang meliputi ragam jurnalistik, ragam ilmiah, dan ragam jabatan
b. ragam sastra
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang
berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan
bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa
yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik , yang biasa digunakan di
kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan),
di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat
dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Macam –
macam ragam bahasa
.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan
media
Di dalam bahasa Indonesia disamping
dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam
baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa
kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku,
yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur
bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan
bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku
bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup
kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam
yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan
hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa
baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia.
Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan
dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan
topik pembicaraan (Fishman ed., 1968; Spradley, 1980). Ragam bahasa Indonesia
berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
a) Ragam bahasa lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan
melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan
dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi
pemakaian. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian,
ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan
unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat
tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi
pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan
secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya
dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam
bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam
tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam
bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak
menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis,
ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Ciri-ciri
ragam lisan :
1 - Memerlukan
orang kedua/teman bicara;
2 - Tergantung situasi,
kondisi, ruang & waktu;
-Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
- Berlangsung cepat;
- Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
- Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
-Dapat
dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
Yang termasuk dalam ragam lisan
diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang, dan masih banyak
lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari,
terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh
aturan-aturan atau cara penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.
b) Ragam
bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa
yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur
dasarnya.[1][1] Dalam ragam
tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata
bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut
adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan
kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan
tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh dari ragam bahasa tulis
adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahsa tulis perlu
memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam
pembuatan karya-karya ilmiah.
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
1 -Tidak
memerlukan kehadiran orang lain.
2 - Tidak terikat
ruang dan waktu
3.
Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
4. Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
5.
Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
6.
Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
7.
Berlangsung lambat
8.
Memerlukan alat bantu
Ragam
Bahasa Berdasarkan Penutur
a.
Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/diolek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat
menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh
orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di
Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas
yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak
pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti
Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali
tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
b.
Ragam Bahasa berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh
kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan,
terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah,
kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan
mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas.
Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya
membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun
sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
c.
Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh
setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap
pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai.
Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga
mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang
bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak
antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam
bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan
makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat
kebakuan bahasa yang digunakan.
Bahasa baku dipakai dalam :
1.
Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas
memberikan kuliah/pelajaran.
2.
Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan
guru/dosen, dengan pejabat.
3.
Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang.
4.
Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.
Ragam
Bahasa menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian
Dalam kehidupan sehari-hari banyak
pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang
berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa
yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan
dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam
lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan
ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang
digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan
istilah laras bahasa.[1][1]
Perbedaan itu tampak dalam pilihan
atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam
bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang
digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam
bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam
lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok
persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan
kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah,
kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.
-Bahasa
Baku
Bahasa baku ialah bahasa yang digunakan oleh masyarakat paling luas pengaruhnya dan paling besar wibawanya. Bahasa ini digunakan dalam situasi resmi, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan.
Bahasa baku menjalankan empat fungsi, yaitu (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi penanda kepribadian, (3) fungsi penambah wibawa, dan (4) fungsi sebagai kerangka acuan.
-Aturan Bahasa Indonesia
Bahasa jurnalistik harus mengindahkan kaidah-kaidah tata bahasa. Ia harus mengikuti pokok aturan bahasa Indonesia.
Pokok aturan pertama: Yang penting atau yang dipentingkan ditaruh di depan, yang kurang penting atau keterangan di belakang. Dengan demikian kita menulis: “Buku ini bagus” bukan “Ini buku bagus”; “Malam nanti kita menonton”, bukan “Nanti malam kita menonton”.
Pokok aturan kedua: Kata benda Indonesia tidak memunyai bentuk jamak (plurak; jumlah lebih dari satu). Untuk menunjukkan jamak digunakan kata “banyak”, “beberapa”, “semua”, “segala”, “setengah”, dan sebagainya atau disebut jumlahnya. Penjamakan kata dapat juga dilakukan dengan mengulang kata sifat yang di bekangnya, misalnya “kota bersih-bersih”, “kuda bagus-bagus”. Terkadang dikatakan pula “kota-kota bersih”, “kuda-kuda bagus”.
Pokok aturan ketiga: Tidak ada benda untuk laki-laki atau perempuan dalam bentuk kata benda.
-Ejaan
Bahasa jurnalistik harus memperhatikan ejaan yang benar. Kedengarannya mudah, tetapi dalam praktek bukan main banyak kesulitan. Wartawan semestinya memiliki Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan untuk dikonsultasi sewaktu diperlukan.
-Pertumbuhan Kosa Kata
Kata-kata ialah alat para wartawan. Mereka tidak dapat bekerja jika tidak memiliki jumla kata yang cukup. Untuk itu harus diperoleh suatu penguasaan, baik kosa kata (vocabulary) dan ungkapan-ungkapan (phrase).
Wartawan atau lebih luas media massa memunyai peranan dalam menyiptakan kata-kata baru atau dalam pertumbuhan kosa kata. Banyak kata yang dipopulerkan melalui surat kabar seperti heboh, gengsi, anda, ganyang, ceria, sadis, dan sekian banyak kata baru yang muncul akhir-akhir ini.
Bahasa baku ialah bahasa yang digunakan oleh masyarakat paling luas pengaruhnya dan paling besar wibawanya. Bahasa ini digunakan dalam situasi resmi, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan.
Bahasa baku menjalankan empat fungsi, yaitu (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi penanda kepribadian, (3) fungsi penambah wibawa, dan (4) fungsi sebagai kerangka acuan.
-Aturan Bahasa Indonesia
Bahasa jurnalistik harus mengindahkan kaidah-kaidah tata bahasa. Ia harus mengikuti pokok aturan bahasa Indonesia.
Pokok aturan pertama: Yang penting atau yang dipentingkan ditaruh di depan, yang kurang penting atau keterangan di belakang. Dengan demikian kita menulis: “Buku ini bagus” bukan “Ini buku bagus”; “Malam nanti kita menonton”, bukan “Nanti malam kita menonton”.
Pokok aturan kedua: Kata benda Indonesia tidak memunyai bentuk jamak (plurak; jumlah lebih dari satu). Untuk menunjukkan jamak digunakan kata “banyak”, “beberapa”, “semua”, “segala”, “setengah”, dan sebagainya atau disebut jumlahnya. Penjamakan kata dapat juga dilakukan dengan mengulang kata sifat yang di bekangnya, misalnya “kota bersih-bersih”, “kuda bagus-bagus”. Terkadang dikatakan pula “kota-kota bersih”, “kuda-kuda bagus”.
Pokok aturan ketiga: Tidak ada benda untuk laki-laki atau perempuan dalam bentuk kata benda.
-Ejaan
Bahasa jurnalistik harus memperhatikan ejaan yang benar. Kedengarannya mudah, tetapi dalam praktek bukan main banyak kesulitan. Wartawan semestinya memiliki Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan untuk dikonsultasi sewaktu diperlukan.
-Pertumbuhan Kosa Kata
Kata-kata ialah alat para wartawan. Mereka tidak dapat bekerja jika tidak memiliki jumla kata yang cukup. Untuk itu harus diperoleh suatu penguasaan, baik kosa kata (vocabulary) dan ungkapan-ungkapan (phrase).
Wartawan atau lebih luas media massa memunyai peranan dalam menyiptakan kata-kata baru atau dalam pertumbuhan kosa kata. Banyak kata yang dipopulerkan melalui surat kabar seperti heboh, gengsi, anda, ganyang, ceria, sadis, dan sekian banyak kata baru yang muncul akhir-akhir ini.
3. Penggunaan
Bahasa Indonesia Di kalangan Masyarakat dan Keluarga Anda
Bahasa merupakan sesuatu hal yang diajarkan
sejak kecil oleh orang tua kita. Merupakan suatu hal yang kita gunakan untuk
berkomunikasi setiap hari setiap menit dan setiap detik. Maka dari itu bahasa
merupakan sebuah alat yang sangat berpengaruh didalah kehidupan sekelompok
manusia disebuah wilayah yang mereka huni.
Pada
zaman sekarang ini rasa kebangsaan orang Indonesia mulai luntur karena sebagian
besar dari mereka sudah memodifikasi bahasa indonesia itu sendiri menjadi
bahasa yang biasa disebut “bahasa gaul” . hal tersebut mungkin tidak terlallu
berpengaruh dalam kelangsungan hidup seseorang , namun hal itu tentu akan
membahayakan kelangsungan negara ini . Mengapa demikian, karena dengan
munculnya bahasa-bahasa baru yang dimodifikasi dari bahasa indonesia , maka
akan menghilangkan keaslian dari bahasa indonesia itu sendiri. Hal ini juga
memungkinkan perubahan makna sebuah kata/kalimat dari yang bermakna baik
menjadi bermakna buruk atau sebaliknya. Melihat fenomena ini kita sebagai
generasi penentu bangsa sepatutnya tetap menjaga keaslian bahasa indonesia itu
sendiri agar dapat dikenal oleh dunia.
Jika sebelumnya penggunaan
bahasa dikalangan masyarakat mengalami penyimpangan, namun bagi saya tidak
terjadi di lingkungan keluarga. pada lingkungan banyak keluarga pemakaian bahasa
indonesia masidijaga karena tutur kata yang sopan santun kepada saudara dan
orang tua. walaupun mungkin terdapat sedikit penyimpangan dengan kata-kata
kasar dan sejenisnya, menurut saya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan
pemakaian bahasa dikalangan masyarakat luas.
4. Kelebihan dan
kekurangan Bahasa Indonesia
Salah satu manfaat terbesar belajar
bahasa adalah untuk keperluan berkomunikasi. Kehidupan manusia tidak mungkin
dilepaskan dari kegiatan berkomunikasi. Apa pun bidang kegiatan yang akan
diterjuni seseorang, pastilah dia tidak bisa menghindar untuk tidak
berkomunikasi. Apalagi di masa sekarang dan mendatang di mana alat-alat canggih
untuk berkomunikasi seperti komputer, ponsel, dan lain-lain,tentu akan semakin
dahsyat dan menakjubkan perkembangannya.
Kelebihan dan Kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia:
Kelebihan dan Kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia:
Kelebihan:
1.cukup mudah dipelajari oleh masyarakatnya sendiri
2.Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita dapat mengetahui berbagai jenis Ragam Bahasa
3.Dapat menggunakan bahasa sesuai dengan wadahnya(dengan siapa kita berbicara)
4.Berbahasa Indonesia membuat kita tahu jati diri kita
5.Sebagai pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa
6.Sebagai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya ,meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
7.Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah,
8.Sarana pengembangan penalaran,dan Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia.
Kekurangan:
1.bahasa yang cukup sulit dipelajari bagi orang luar negri
2.penggunaan bahasa indonesia yang baku membuat pemikiran seseorang terhadap kita menjadi kaku
3.Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.
4. Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh: tangan kanan = orang kepercayaan.
5. Sulit untuk dipromosikan sebagai salah satu bahasa internasional, karena kita masih tertinggal dalam beberapa bidang seperti teknologi dan ekonomi, yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang digunakan dalam menilai kelayakan suatu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional.
1.cukup mudah dipelajari oleh masyarakatnya sendiri
2.Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita dapat mengetahui berbagai jenis Ragam Bahasa
3.Dapat menggunakan bahasa sesuai dengan wadahnya(dengan siapa kita berbicara)
4.Berbahasa Indonesia membuat kita tahu jati diri kita
5.Sebagai pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa
6.Sebagai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya ,meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
7.Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah,
8.Sarana pengembangan penalaran,dan Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia.
Kekurangan:
1.bahasa yang cukup sulit dipelajari bagi orang luar negri
2.penggunaan bahasa indonesia yang baku membuat pemikiran seseorang terhadap kita menjadi kaku
3.Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.
4. Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh: tangan kanan = orang kepercayaan.
5. Sulit untuk dipromosikan sebagai salah satu bahasa internasional, karena kita masih tertinggal dalam beberapa bidang seperti teknologi dan ekonomi, yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang digunakan dalam menilai kelayakan suatu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional.
PENGERTIAN BANK
A. Pengertian dan klasifikasi bank .
Bank
adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan
fungsi untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan.
Sedangkan
menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998
Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank
adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan
atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak.
Dari
definisi bank di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu bank merupakan
suatu lembaga dimana kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan
menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan,
baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.
“Bank sebagai perantara keuangan (financial intermediary)”
Maksudnya adalah bank menjadi perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan dana (defisit unit).
Maksudnya adalah bank menjadi perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan dana (defisit unit).
“Bank memiliki fungsi sebagai “Agen Pembangunan” (Agent of Development)”
Sebagai badan usaha, bank tidaklah semata-mata mengejar keuntungan (profitoriented), tetapi bank turut bertanggung jawab dalam pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam hal ini bank juga memiliki tanggung jawab sosial.
Sebagai badan usaha, bank tidaklah semata-mata mengejar keuntungan (profitoriented), tetapi bank turut bertanggung jawab dalam pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam hal ini bank juga memiliki tanggung jawab sosial.
Klasifikasi bank.
Ada
beberapa cara dalam pengklasifikasian bank-bank di Indonesia, yaitu
dilihat dari segi fungsi atau status operasi; kepemilikan; dan
penyediaan jasa.
Klasifikasi bank berdasarkan fungsi atau status operasi.
> Bank Sentral
Bank
sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13
tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur
pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga
stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang
rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat
dari seluruh bank yang ada di Indonesia.
> Bank Umum atau Bank Komersial
Bank
umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan
jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Klasifikasi bank berdasarkan kepemilikan.
> Bank Milik Negara
Adalah bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Tahun 1999 lalu lahir bank pemerintah yang baru yaitu Bank Mandiri, yang merupakan hasil merger atau penggabungan bank-bank pemerintah yang ada sebelumnya.
Adalah bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Tahun 1999 lalu lahir bank pemerintah yang baru yaitu Bank Mandiri, yang merupakan hasil merger atau penggabungan bank-bank pemerintah yang ada sebelumnya.
> Bank Pemerintah Daerah
Adalah bank-bank yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Bank milik Pemerintah Daerah yang umum dikenal adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang didirikan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1962. Masing-masing Pemerintah Daerah telah memiliki BPD sendiri. Di samping itu beberapa Pemerintah Daerah memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Adalah bank-bank yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Bank milik Pemerintah Daerah yang umum dikenal adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang didirikan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1962. Masing-masing Pemerintah Daerah telah memiliki BPD sendiri. Di samping itu beberapa Pemerintah Daerah memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
> Bank Swasta Nasional
Setelah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan deregulasi pada bulan Oktober1988 (Pakto 1988), muncul ratusan bank-bank umum swasta nasional yang baru. Namun demikian, bank-bank baru tersebut pada akhirnya banyak yang dilikuidasi oleh pemerintah. Bentuk hukum bank umum swasta nasional adalah Perseroan Terbatas (PT), termasuk di dalamnya Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN), yang telah merubah bentuk hukumnya menjadi PT tahun 1993.
Setelah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan deregulasi pada bulan Oktober1988 (Pakto 1988), muncul ratusan bank-bank umum swasta nasional yang baru. Namun demikian, bank-bank baru tersebut pada akhirnya banyak yang dilikuidasi oleh pemerintah. Bentuk hukum bank umum swasta nasional adalah Perseroan Terbatas (PT), termasuk di dalamnya Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN), yang telah merubah bentuk hukumnya menjadi PT tahun 1993.
> Bank Swasta Asing
Adalah bank-bank umum swasta yang merupakan perwakilan (kantor cabang) bank-bank induknya di negara asalnya. Pada awalnya, bank-bank swasta asing hanya boleh beroperasi di DKI Jakarta saja. Namun setelah dikeluarkan Pakto 27, 1988, bank-bank swasta asing ini diperkenankan untuk membuka kantor cabang pembantu di delapan kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Denpasar, Ujung Pandang (Makasar), Medan, dan Batam. Bank-bank asing ini menjalaskan fungsi sebagaimana layaknya bank-bank umum swasta nasional, dan mereka tunduk pula pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Adalah bank-bank umum swasta yang merupakan perwakilan (kantor cabang) bank-bank induknya di negara asalnya. Pada awalnya, bank-bank swasta asing hanya boleh beroperasi di DKI Jakarta saja. Namun setelah dikeluarkan Pakto 27, 1988, bank-bank swasta asing ini diperkenankan untuk membuka kantor cabang pembantu di delapan kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Denpasar, Ujung Pandang (Makasar), Medan, dan Batam. Bank-bank asing ini menjalaskan fungsi sebagaimana layaknya bank-bank umum swasta nasional, dan mereka tunduk pula pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
> Bank Umum Campuran
Bank campuran (joint venture bank) adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga negara dan atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.
Bank campuran (joint venture bank) adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga negara dan atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.
Klasifikasi bank berdasarkan segi penyediaan jasa.
1. Bank Devisa
Bank devisa (foreign exchange bank) adalah bank yang dalam kegiatan usahanya dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, baik dalam hal penghimpunan dan penyaluran dana, serta dalam pemberian jasa-jasa keuangan. Dengan demikian, bank devisa dapat melayani secara langsung transaksi-transaksi dalam skala internasional.
Bank devisa (foreign exchange bank) adalah bank yang dalam kegiatan usahanya dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, baik dalam hal penghimpunan dan penyaluran dana, serta dalam pemberian jasa-jasa keuangan. Dengan demikian, bank devisa dapat melayani secara langsung transaksi-transaksi dalam skala internasional.
2.Bank Non Devisa
Bank umum yang masih berstatus non devisa hanya dapat melayani transaki-transaksi di dalam negeri (domestik). Bank umum non devisa dapat meningkatkan statusnya menjadi bank devisa setelah memenuhi ketentuan-ketentuan antara lain: volume usahaminimal mencapai jumlah tertentu, tingkat kesehatan, dan kemampuannya dalam memobilisasi dana, serta memiliki tenaga kerja yang berpengalaman dalam valuta asing.
Bank umum yang masih berstatus non devisa hanya dapat melayani transaki-transaksi di dalam negeri (domestik). Bank umum non devisa dapat meningkatkan statusnya menjadi bank devisa setelah memenuhi ketentuan-ketentuan antara lain: volume usahaminimal mencapai jumlah tertentu, tingkat kesehatan, dan kemampuannya dalam memobilisasi dana, serta memiliki tenaga kerja yang berpengalaman dalam valuta asing.
MODAL VENTURA
PENGERTIAN MODAL VENTURA
Modal
ventura adalah pembiayaan oleh suatu perusahaan kepada suatu perusahaan
pasangan usahanya yang prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal.
Perusahaan
yang menerima penyertaan modal disebut Perusahaan Pasangan Usaha (PPU)
atau InvesteeCompany, dan perusahaan yang melakukan penyertan modal
Perusahaan Modal Ventura.
Modal
ventura juga merupakan suatu perusahaan yang berani memberikan pinjaman
dengan resiko tingi sehingga dalam hal ini modal ventura harus
mempunyai modal yang sangat besar.
SEJARAH MODAL VENTURA
Munculnya
konsep pembiayaan dengan modal ventura diawali antara tahun 1920-1930
pada saat keluarga-keluarga di Amerika membentuk suatu pendanaan.
Pendanaan ini diarahkan untuk menolong usaha-usaha individu yang sedang
mengalami kesulitan modal dalam kegiatan investasi yang potensial, dan
kegiatan ini terus menerus berkembang diseluruh dunia termasuk di
Indonesia yang dikenalsebagai usaha modal ventura.
Awal
pengakuan secara formal adanya usaha modal ventura di Indonesia adalah
saat berlakunya paket 20 Desember 1988 (Pakdes 20,88) yang menempatkan
usaha modal ventura sebagai salah satu kegiatan pembiayaan di samping
bentuk-bentuk kegiatan pembiayaan yang lain. Pada kenyataannya usaha
modal ventura relatif kurang berkembang di Indonesia dibandingkan
lembaga pembiayaan yang lain. Kurang berkembang nya usaha modal ventura
di Indosesia disebabkan terutama disebabkan karena:
1. Belum dikenal oleh masyarakat di Indonesia.
2. Resiko tidak terbayarnya kembali pembiayaan atau penyertaan serta tidak terbayarnya balas jasa modal
3. Kesesuaian, sulit ditemukannya pasangan yang sesuaiantara Perusahaan Usaha dengan Perusahaan Pasar Modal
4. Tenaga Profesional tidak mudah ditemukan dalam menguasai bidang usaha modal ventura
5.
Pasar Modal, karena pasar modal di Indonesia saat ini relative belum
cukup berkembang, maka alternative divestasi modal ventura melalui pasar
modal kurang dapat diandalkan
6. Peraturan Perundang-Undangan belum secara lengkap mendukung perkembangan usaha modal ventura di Indonesia
TUJUAN DAN MANFAAT MODAL VENTURA
1. TUJUAN MODAL VENTURA
a. Memungkinkan dan mempermudah pendirian suatu perusahaan baru.
b. Membantu
membiayai perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana dalam
pengembangan usahanya, terutama ada tahap-tahap awal.
c. Membantu perusahaan baik pada tahap pengembangan suatu produk maupun pada tahap mengalami kemunduran.
d. Membantu terwujudnya dari hanya suatu gagasan menjadi produk jadi yang siap dipasarkan.
e. Memperlancar mekanisme investasi dalam dan luar negeri.
f. Mendorong pengembangan proyek research and development.
g. Membantu pengembangan teknologi baru dan memperlancar terjadinya alih teknologi.
h. Membantu dan memperlancar pengalihan kepemilikan suatu perusahaan
2. MANFAAT MODAL VENTURA
a. Bagi Perusahaan Pasangan Usaha
Manfaat
utama yang diterima oleh Perusahaan Pasangan Usaha adalah dapat
dijalankanya kegiatan usaha karena kebutuhan dana untuk modal usaha
telah dipenuhi oleh Perusahaan Modal Ventura. Adapun manfaat lain yang
diterima oleh Perusahaan Pasangan Usaha adalah :
1. Peningkatan kemungkinan berhasilnya usaha
2. Kelancaran pendanaan yang berasal dari modal ventura menyebabkan kegiatan usaha tersebut menjadi lancer.
3. Peningkatan efisiensi kegiatan usaha
4. Penigkatan bank ability
5. Peningkatan kemampuan pengembangan usaha
b. Bagi Perusahaan Modal Ventura
1. Perusahaan Modal Ventura memperoleh balas jasa atas pembiayaan yang telah dilakukan kepada PPU.
2. Perusahaan
Modal Ventura membantu peningkatan kesejahteraan rakyat banyak melalui
pengembangan usaha yang sedang mengalami kesulitan pembiayaan.
3. Peningkatan kemampuan teknis dan pengalaman karyawan dan stsf Perusahaan Modal Ventura.
4. Penigkatan informasi tentang modal ventura.
JENIS-JENIS MODAL VENTURA
1. Berdasarkan cara pemberian bantuan
Bantuan
yang diberikan Perusahaan Modal Ventura dapat meliputi dua hal, yaitu
bantuan financial dan bantuan manajemen. Atas dasar cara, pemberian
kedua jenis bantuan tersebut, mekanisme pemberian modal ventura dapat
dibedakan menjadi:
a.Single
Tier Approach : pendekatan ini menempatkan Perusahaan Modal Ventura
dalam dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai pemberi bantuan pembiayaan dan
juga sebagai bantuan manajemen dan atau pengelolaan dana.
b. Two
Tier Approach : pendekatan ini memungkinka sebuah Perusahaan Pasangan
Usaha untuk menerima bantuan pembiayaan dan bantuan manajemen dari
Perusahaan Modal Ventura yang berbeda.
2. Berdasarkan cara penghimpunan dana
a.
Leverage Venture Capital : modal ventura yang bersumber dari suatu
Perusahaan Modal Ventura dengan sebagian besar penghimpun dananya dalam
bentuk pinjaman dari berbagai macam pihak.
b.
Equity Venture Capital : modal ventura yang bersumber dari Perusahaan
Modal Ventura dengan sebagian besar penghimpun dananya dalam bentuk
modal sendiri dalam berbagai bentuk.
3. Berdasarkan kepemilikan
a. Private
‘Venture Capital’ Company : merupakan Perusahaan Modal Ventura yang
belum go public atau belum menjual sahamnya melalui bursa efek.
b. Public
‘Venture Capital’ Company : emrupakan Perusahaan Modal Ventura yang
telah go public atau menjual sahamnya melalui bursa efek.
c. Bank
Affiliate ‘Venture Capital’ Company : merupakan Perusahaan Modal
Ventura yang didirikan oleh bank-bank yang memang mempunyai surplus dana
atau memang mempunyai misi khusus dalam hal modal ventura.
d. Conglomerate
‘Venture Capital’ Company : merupakan Perusahaan Modal Ventura yang
didirikan atau dimiliki oleh sejumlah perusahaan besar.
MEKANISME
Pemberian
modal ventura kepada suatu Perusahaan Pasang Usaha, perlu diingatkan
lagi bahwa bantuan yang diberikan oleh Perusahaan Modal Ventura meliputi
dua bentuk yaitu bantuan dana dan bantuan manajemen. Berdasarkan
pemahaman tersebut, pembahasan mekanisme pembiayan ini akan meliputi :
Prinsip Bantuan
a. Prinsip Pertama
Pembiayaan
melalui modal ventura dapat diberikan dalam bentuk penyertaan modal
secara langsung yaitu ekuitas dan/atau dapat pula diberikan dalam bentuk
pinjaman subordinasi atau obligasi konversi pada perusahaan yang
disertai yaitu ekuitas kuasi.
b. Prinsip Kedua
Mengingat
pada dasarnya bentuk dari investasi modal ventura adalah berupa
penyertaan, maka pendekatan dalam pengambilan keputusan oleh Perusahaan
Modal Ventura yang berkaitan dengan perusahaan pasangan usahanya adalah
berdasarkan pemikiran jangka panjang.
c. Prinsip Ketiga
Bantuan
yang diberikan memang mempunyai misi jangka panjang untuk mengembangkan
usaha perusahaan yang dibiayainya, namun hal ini tidak berarti bahwa
bantuan tersebut selamanya atau tanpa batas waktu.
Tahap Pembiayaan
a. Pengembangan ide usaha
Tugas
Perusahaan Modal Ventura termasuk dalam membantu pembuatan studi
kelayakan studi kelayakan bisnis dari kegiatan usaha yang akan dilakukan
oleh perusahaan pasang usahanya
b. Awal kegiatan usaha
Perusahaan Modal Ventura diharapkan memberikan bantuan dana dan manajemennya untuk awal kegiatan usaha ini.
c. Awal pengembangan usaha
Pada
tahap ini Perusahaan Pasangan Usaha telah berhasil memulai kegiatan
usahanya dan hasilnya menunjukan tanda-tanda adanya prospek pengembangan
usaha. Apabila pada tahap ini calon Perusahaan Pasangan Usaha merasa
perlu mendapatkan bantuan dari Perusahaan Modal Ventura, maka Perusahaan
Modal Ventura dapat memulai memberikan bantuannya.
d. Ekspansi
Pada
tahap ini perusahaan Pasang Usaha telah berhasil melaksanakan kegitan
usaha dengan baik dan berniat untuk melakukan pengembangan antara lain
berupa peningkan omzet, peningkatan pangsa pasar, peluasan target pasar,
diversifikasi usaha, pembukan cabang, dan lain-lain.
e. Kejenuhan atau penurunan
Kegiatan
usaha yang pada awal mulanya menunjukan tanda-tanda baik dapat saja
berubah menjadi kuarang menguntungkan karena berbagai macam sebab.
Penyebab terjadinya hal ini bias saja karena adanya pesaing, krisis
ekonomi, perubahan atau pergeseran selera konsumen, perubahan atau
pergeseran selera konsumen, perubahan kebijakan pemerintah , siklus
produk yang telah sampai pada tahap penurunan dan lain-lain.
Bentuk Pembiayaan
Perusahaan modal ventura dapat memberikan bantuan dana dalam satu atau lebih bentuk-bentuk dibaeah ini.
a. Penyertaan modal dalam bentuk saham
b. Obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham
c. Pinjaman yang dapat dikonversikann menjadi saham
d. Pinjaman yang memberikan hak opsi bagi perusahaan modal ventura untuk membeli saham
e. Pinjaman dengan tingkat bunga relatif rendah
Bentuk Kesepakatan
Perjanjianantara perusahaan Modal Ventura dengan perusahaan pasangan usaha
a. Jumlah pembiayaan
b. Cara penarikan atau pencarian
c. Jadwal penggunaan bantuan dana
d. Jangka waktu bantuan dana
e. Bentuk balas jasa financial
f. Cara, jumlah, waktu pembayaran balas jasa financial
g. Cara penarikan kembali investasi (divestasi)
h. Syarat divestasi yang dipercpat
i. Perubahan atau perpindahan kepemilikan
Cara Divestasi
Divestasi
atau penariakan kembali penyertaan modal yang telah dilakukan oleh
Perusahaan Moda Ventura pada Perusahaan Pasangan Usaha dapat
dilaksanakan dengan cara-cara berikut ini:
a. Pembelian kembali saham modal ventura oleh perusahaan pasangan usaha
b. Penawaran saham melalui pasar modal
c. Pemberian kredit atau oinjaman dari bank
d. Perusahaan Pasangan Usaha dijual kepada perusahaan atau pihak lain
e. Perusahaan Pasangan Usaha dilikuidasi
PASAR MODAL / GO PUBLIC
Pasar
Modal adalah tempat perusahaan mencari dana segar untuk mengingkatkan
kegiatan bisnis sehingga dapat mencetak lebih banyak keuntungan. Dana
segar yang ada di pasar modal berasal dari masyarakat yang disebut juga
sebagai investor. Para investor melakukan berbagai tehnik analisis dalam
menentukan investasi di mana semakin tinggi kemungkinan suatu
perusahaan menghasilkan laba dan semakin kecil resiko yang dihadapi maka
semakin tinggi pula permintaan investor untuk menanamkan modalnya di
perusahaan tersebut.
Pada pasar modal pelakunya dapat berupa perseorangan maupun organisasi / perusahaan. Bentuk yang paling umum dalam investasi pasar modal adalah saham dan obligasi. Saham dan obligasi dapat berubah-ubah nilainya karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Saat ini pasar modal di Indonesia adalah Bursa Efek Jakarta atau yang disingkat BEJ dan Bursa Efek Surabaya atau yang disingkat BES.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai istilah, bentuk-bentuk, dan lain sebagainya di pasar modal anda dapat membacanya di bagian artikel lain di situs ini.
Pada pasar modal pelakunya dapat berupa perseorangan maupun organisasi / perusahaan. Bentuk yang paling umum dalam investasi pasar modal adalah saham dan obligasi. Saham dan obligasi dapat berubah-ubah nilainya karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Saat ini pasar modal di Indonesia adalah Bursa Efek Jakarta atau yang disingkat BEJ dan Bursa Efek Surabaya atau yang disingkat BES.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai istilah, bentuk-bentuk, dan lain sebagainya di pasar modal anda dapat membacanya di bagian artikel lain di situs ini.
Pengertian
Go Public. Go public artinya perusahaan tersebut telah memutuskan untuk
menjual sahamnya kepada publik dan siap untuk dinilai oleh publik
secara terbuka. Dalam proses go public perusahaan membutuhkan peran
lembaga menunjang pasar modal, yang akan membantu perusahaan mulai dari
penyediaan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran ke bapepam
sampai pendaftaran sahamnya ke bursa efek.
Adapun langkah-langkah proses go public tersebut adalah sebagai berikut Sutrisno M.M (2009; 306):
1.
Persiapan: Langkah awal yang perlu ditempuh oleh perusahaan yang akan
melakukan emisi yaitu persiapan internal perusahaan, yakni melakukan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menyetujui perusahaan akan
melakukan go public.
2.
Setelah persiapan ditingkat internal perusahaan selesai dan mendapatkan
persetujuan, maka langkah selanjutnya perusahaan harus menyampaikan
pernyataan maksud kepada BAPEPAM. Setelah menyampaikan maksud ke
Bapepam, segera menghubungi penjamin emisi atau Underwriter yang akan
membantu perusahaan dalam proses emisi efek.
3.
Underwriter atas nama emiten menyampaikan pernyataan pendaftaran emisi
efek kepada Bapepam dalam menyerahkan berbagai persyaratan yang
diperlukan.
4. Setelah pernyataan pendaftaran, Bapepam melakukan evaluasi terhadap permintaan emiten untuk go public.
5.
Bila dalam evaluasi dianggap cukup dan memenuhi persyaratan, maka
Bapepam akan memberikan izin kepada emiten untuk menawarkan sahamnya ke
pasar perdana.
6.
Setelah mendapat izin, perusahaan segera memasuki pasar perdana yakni
malakukan penawaran efek langsung kepada masyarakat. Untuk itu
perusahaan segera menerbitkan prospektus ringkas yang isinya antara
lain:
- Tujuan perusahaan, tujuan emisi, sejarah perusahaan, pengurus perusahaan (Direksi dan Dewan Komisaris).
- Tanggal masa penawaran, tanggal penjatahan, tanggal penyerahan efek, dan tanggal pendaftaran bursa.
- Jumlah saham yang ditawarkan, jenis saham,harga nominal dan harga penawaran.
- Ikhtisar laporan keuangan dan rasio-rasio penting yang menunjukkan kinerja perusahaan, maupun prospek dan resiko usaha.
- Nama-nama penjamin emisi dan agen penjual.
7.
Penjatahan saham: Apabila jumlah permintaan efek oleh investor lebih
besar dibanding dengan jumlah efek yang ditawarkan, perlu dilakukan
penjatahan supaya adil.
8.
Pengambilan dana, bila terjadi kelebihan permintaan berarti juga
terjadi kelebihan bayar oleh investor, oleh karena itu setelah
penjatahan, kelebihan setor tersebut segera dikembalikan.
9. Penyerahan efek kepada pemesan sesuai dengan jatah yang diterima oleh masing-masing investor
10.Pencatatan efek ke bursa, agar efek yang telah dibeli oleh investor bias segera diperjualbelikan di bursa.
Sponsor
About Me
- Arif Hendra Gunawan
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Followers
Sponsors
Search Article Here
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...






