Tugas softskill Bahasa Indonesia 1
0
komentar
Arif Hendra Gunawan
-
1.
Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat
Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran
Sebelum saya mengungkapkan pendapat saya tentang peranan
Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan
Hasil Pemikiran, saya akan memaparkan pengertian bahasa secara umum dan
beberapa fungsi dari bahasa itu sendiri. Berikut kutipan yang dapat
menggambarkan definisi bahasa serta fungsinya.
Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa
adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat
ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau
kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara
kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili. Kumpulan kata atau
kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan
abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus
atau leksikon. Pada saat kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita
ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitu saja, melainkan mengikuti aturan
yang ada.
Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yang disebut tata bahasa.
Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yang disebut tata bahasa.
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah
sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi
informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk
menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan,
karena bahasa juga berfungsi:
- Untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
- Untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
- Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
- Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).
Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang
memungkinkan kita membentuk diri sebagai makhluk bernalar, berbudaya, dan
berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama, mengadakan
transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita
masing-masing.
Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan. Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh,misalnya,mahasiswa. Ia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam setiapujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama.
Ia memerlukan informasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol, atau mengawasi perusahaan tanpai nformasi tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. Karena setiap orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.
Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan. Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh,misalnya,mahasiswa. Ia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam setiapujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama.
Ia memerlukan informasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol, atau mengawasi perusahaan tanpai nformasi tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. Karena setiap orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.
Nah disini yang dapat saya jelaskan tentang peranan Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah sebagai alat untuk menyerap dan mengungkapkan pemikiran adalah dimana fungsi Bahasa Indonesia itu sendiri sebagai alat komunikasi terlihat jelas untuk mengungkapkan apa saja yang kita pikirkan sehingga orang lain bisa mengerti apa yang kita maksudkan. Karena tidak mungkin seseorang dapat mengetahui apa yang kita sampaikan kalau tidak kita ungkapkan dengan lisan. Sedangkan yang dimaksud peran sebagai alat untuk menyerap adalah timbal balik dari istilah mengungkapkan yang sebelumnya saya paparkan.
Contohnya bila kita mengucapkan satu kata pada seseorang misalkan kita katakan "bunga", otomatis bila bahasa yang digunakan sama (Bahasa Indonesia) si pendengar akan menangkap atau mendengar terlebih dahulu perkataan kita dan langsung terproses kata "bunga" tersebut di dalam otak si pendengar sehingga dia dapat memahami apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.
2. Ragam
Bahasa
Sebelum saya
membahas tentang ragam bahasa saya akan membahas tentang Bahasa Indonesia yang
umum digunakan mempunyai dua corak, yaitu bahasa tutur dan bahasa bergaya.
Bahasa tutur atau bahasa percakapan adalah bahasa yang lazim dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam percakapan. Sifat-sifat khasnya, bersahaja, sederhana, dan singkat bentuknya.
Bahasa bergaya adalah bahasa yang digayakan, yang sengaja diperbesar daya gunanya. Segala sesuatunya disusun diatur, dan digunakan seefisien-efisiennya, supaya sanggup menyalurkan berita batin.
Jenis yang kedua (bahasa bergaya) bentuknya beragam:
1. ragam umum,
2. ragam khusus, terdiri dari
a. ragam ringkas yang meliputi ragam jurnalistik, ragam ilmiah, dan ragam jabatan
b. ragam sastra
Bahasa tutur atau bahasa percakapan adalah bahasa yang lazim dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam percakapan. Sifat-sifat khasnya, bersahaja, sederhana, dan singkat bentuknya.
Bahasa bergaya adalah bahasa yang digayakan, yang sengaja diperbesar daya gunanya. Segala sesuatunya disusun diatur, dan digunakan seefisien-efisiennya, supaya sanggup menyalurkan berita batin.
Jenis yang kedua (bahasa bergaya) bentuknya beragam:
1. ragam umum,
2. ragam khusus, terdiri dari
a. ragam ringkas yang meliputi ragam jurnalistik, ragam ilmiah, dan ragam jabatan
b. ragam sastra
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang
berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan
bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa
yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik , yang biasa digunakan di
kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan),
di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat
dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Macam –
macam ragam bahasa
.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan
media
Di dalam bahasa Indonesia disamping
dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam
baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa
kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku,
yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur
bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan
bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku
bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup
kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam
yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan
hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa
baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia.
Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan
dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan
topik pembicaraan (Fishman ed., 1968; Spradley, 1980). Ragam bahasa Indonesia
berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
a) Ragam bahasa lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan
melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan
dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi
pemakaian. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian,
ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan
unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat
tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi
pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan
secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya
dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam
bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam
tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam
bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak
menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis,
ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Ciri-ciri
ragam lisan :
1 - Memerlukan
orang kedua/teman bicara;
2 - Tergantung situasi,
kondisi, ruang & waktu;
-Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
- Berlangsung cepat;
- Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
- Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
-Dapat
dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
Yang termasuk dalam ragam lisan
diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang, dan masih banyak
lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari,
terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh
aturan-aturan atau cara penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.
b) Ragam
bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa
yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur
dasarnya.[1][1] Dalam ragam
tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata
bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut
adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan
kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan
tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh dari ragam bahasa tulis
adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahsa tulis perlu
memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam
pembuatan karya-karya ilmiah.
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
1 -Tidak
memerlukan kehadiran orang lain.
2 - Tidak terikat
ruang dan waktu
3.
Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
4. Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
5.
Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
6.
Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
7.
Berlangsung lambat
8.
Memerlukan alat bantu
Ragam
Bahasa Berdasarkan Penutur
a.
Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/diolek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat
menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh
orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di
Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas
yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak
pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti
Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali
tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
b.
Ragam Bahasa berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh
kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan,
terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah,
kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan
mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas.
Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya
membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun
sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
c.
Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh
setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap
pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai.
Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga
mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang
bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak
antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam
bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan
makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat
kebakuan bahasa yang digunakan.
Bahasa baku dipakai dalam :
1.
Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas
memberikan kuliah/pelajaran.
2.
Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan
guru/dosen, dengan pejabat.
3.
Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang.
4.
Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.
Ragam
Bahasa menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian
Dalam kehidupan sehari-hari banyak
pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang
berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa
yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan
dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam
lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan
ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang
digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan
istilah laras bahasa.[1][1]
Perbedaan itu tampak dalam pilihan
atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam
bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang
digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam
bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam
lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok
persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan
kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah,
kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.
-Bahasa
Baku
Bahasa baku ialah bahasa yang digunakan oleh masyarakat paling luas pengaruhnya dan paling besar wibawanya. Bahasa ini digunakan dalam situasi resmi, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan.
Bahasa baku menjalankan empat fungsi, yaitu (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi penanda kepribadian, (3) fungsi penambah wibawa, dan (4) fungsi sebagai kerangka acuan.
-Aturan Bahasa Indonesia
Bahasa jurnalistik harus mengindahkan kaidah-kaidah tata bahasa. Ia harus mengikuti pokok aturan bahasa Indonesia.
Pokok aturan pertama: Yang penting atau yang dipentingkan ditaruh di depan, yang kurang penting atau keterangan di belakang. Dengan demikian kita menulis: “Buku ini bagus” bukan “Ini buku bagus”; “Malam nanti kita menonton”, bukan “Nanti malam kita menonton”.
Pokok aturan kedua: Kata benda Indonesia tidak memunyai bentuk jamak (plurak; jumlah lebih dari satu). Untuk menunjukkan jamak digunakan kata “banyak”, “beberapa”, “semua”, “segala”, “setengah”, dan sebagainya atau disebut jumlahnya. Penjamakan kata dapat juga dilakukan dengan mengulang kata sifat yang di bekangnya, misalnya “kota bersih-bersih”, “kuda bagus-bagus”. Terkadang dikatakan pula “kota-kota bersih”, “kuda-kuda bagus”.
Pokok aturan ketiga: Tidak ada benda untuk laki-laki atau perempuan dalam bentuk kata benda.
-Ejaan
Bahasa jurnalistik harus memperhatikan ejaan yang benar. Kedengarannya mudah, tetapi dalam praktek bukan main banyak kesulitan. Wartawan semestinya memiliki Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan untuk dikonsultasi sewaktu diperlukan.
-Pertumbuhan Kosa Kata
Kata-kata ialah alat para wartawan. Mereka tidak dapat bekerja jika tidak memiliki jumla kata yang cukup. Untuk itu harus diperoleh suatu penguasaan, baik kosa kata (vocabulary) dan ungkapan-ungkapan (phrase).
Wartawan atau lebih luas media massa memunyai peranan dalam menyiptakan kata-kata baru atau dalam pertumbuhan kosa kata. Banyak kata yang dipopulerkan melalui surat kabar seperti heboh, gengsi, anda, ganyang, ceria, sadis, dan sekian banyak kata baru yang muncul akhir-akhir ini.
Bahasa baku ialah bahasa yang digunakan oleh masyarakat paling luas pengaruhnya dan paling besar wibawanya. Bahasa ini digunakan dalam situasi resmi, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan.
Bahasa baku menjalankan empat fungsi, yaitu (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi penanda kepribadian, (3) fungsi penambah wibawa, dan (4) fungsi sebagai kerangka acuan.
-Aturan Bahasa Indonesia
Bahasa jurnalistik harus mengindahkan kaidah-kaidah tata bahasa. Ia harus mengikuti pokok aturan bahasa Indonesia.
Pokok aturan pertama: Yang penting atau yang dipentingkan ditaruh di depan, yang kurang penting atau keterangan di belakang. Dengan demikian kita menulis: “Buku ini bagus” bukan “Ini buku bagus”; “Malam nanti kita menonton”, bukan “Nanti malam kita menonton”.
Pokok aturan kedua: Kata benda Indonesia tidak memunyai bentuk jamak (plurak; jumlah lebih dari satu). Untuk menunjukkan jamak digunakan kata “banyak”, “beberapa”, “semua”, “segala”, “setengah”, dan sebagainya atau disebut jumlahnya. Penjamakan kata dapat juga dilakukan dengan mengulang kata sifat yang di bekangnya, misalnya “kota bersih-bersih”, “kuda bagus-bagus”. Terkadang dikatakan pula “kota-kota bersih”, “kuda-kuda bagus”.
Pokok aturan ketiga: Tidak ada benda untuk laki-laki atau perempuan dalam bentuk kata benda.
-Ejaan
Bahasa jurnalistik harus memperhatikan ejaan yang benar. Kedengarannya mudah, tetapi dalam praktek bukan main banyak kesulitan. Wartawan semestinya memiliki Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan untuk dikonsultasi sewaktu diperlukan.
-Pertumbuhan Kosa Kata
Kata-kata ialah alat para wartawan. Mereka tidak dapat bekerja jika tidak memiliki jumla kata yang cukup. Untuk itu harus diperoleh suatu penguasaan, baik kosa kata (vocabulary) dan ungkapan-ungkapan (phrase).
Wartawan atau lebih luas media massa memunyai peranan dalam menyiptakan kata-kata baru atau dalam pertumbuhan kosa kata. Banyak kata yang dipopulerkan melalui surat kabar seperti heboh, gengsi, anda, ganyang, ceria, sadis, dan sekian banyak kata baru yang muncul akhir-akhir ini.
3. Penggunaan
Bahasa Indonesia Di kalangan Masyarakat dan Keluarga Anda
Bahasa merupakan sesuatu hal yang diajarkan
sejak kecil oleh orang tua kita. Merupakan suatu hal yang kita gunakan untuk
berkomunikasi setiap hari setiap menit dan setiap detik. Maka dari itu bahasa
merupakan sebuah alat yang sangat berpengaruh didalah kehidupan sekelompok
manusia disebuah wilayah yang mereka huni.
Pada
zaman sekarang ini rasa kebangsaan orang Indonesia mulai luntur karena sebagian
besar dari mereka sudah memodifikasi bahasa indonesia itu sendiri menjadi
bahasa yang biasa disebut “bahasa gaul” . hal tersebut mungkin tidak terlallu
berpengaruh dalam kelangsungan hidup seseorang , namun hal itu tentu akan
membahayakan kelangsungan negara ini . Mengapa demikian, karena dengan
munculnya bahasa-bahasa baru yang dimodifikasi dari bahasa indonesia , maka
akan menghilangkan keaslian dari bahasa indonesia itu sendiri. Hal ini juga
memungkinkan perubahan makna sebuah kata/kalimat dari yang bermakna baik
menjadi bermakna buruk atau sebaliknya. Melihat fenomena ini kita sebagai
generasi penentu bangsa sepatutnya tetap menjaga keaslian bahasa indonesia itu
sendiri agar dapat dikenal oleh dunia.
Jika sebelumnya penggunaan
bahasa dikalangan masyarakat mengalami penyimpangan, namun bagi saya tidak
terjadi di lingkungan keluarga. pada lingkungan banyak keluarga pemakaian bahasa
indonesia masidijaga karena tutur kata yang sopan santun kepada saudara dan
orang tua. walaupun mungkin terdapat sedikit penyimpangan dengan kata-kata
kasar dan sejenisnya, menurut saya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan
pemakaian bahasa dikalangan masyarakat luas.
4. Kelebihan dan
kekurangan Bahasa Indonesia
Salah satu manfaat terbesar belajar
bahasa adalah untuk keperluan berkomunikasi. Kehidupan manusia tidak mungkin
dilepaskan dari kegiatan berkomunikasi. Apa pun bidang kegiatan yang akan
diterjuni seseorang, pastilah dia tidak bisa menghindar untuk tidak
berkomunikasi. Apalagi di masa sekarang dan mendatang di mana alat-alat canggih
untuk berkomunikasi seperti komputer, ponsel, dan lain-lain,tentu akan semakin
dahsyat dan menakjubkan perkembangannya.
Kelebihan dan Kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia:
Kelebihan dan Kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia:
Kelebihan:
1.cukup mudah dipelajari oleh masyarakatnya sendiri
2.Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita dapat mengetahui berbagai jenis Ragam Bahasa
3.Dapat menggunakan bahasa sesuai dengan wadahnya(dengan siapa kita berbicara)
4.Berbahasa Indonesia membuat kita tahu jati diri kita
5.Sebagai pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa
6.Sebagai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya ,meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
7.Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah,
8.Sarana pengembangan penalaran,dan Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia.
Kekurangan:
1.bahasa yang cukup sulit dipelajari bagi orang luar negri
2.penggunaan bahasa indonesia yang baku membuat pemikiran seseorang terhadap kita menjadi kaku
3.Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.
4. Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh: tangan kanan = orang kepercayaan.
5. Sulit untuk dipromosikan sebagai salah satu bahasa internasional, karena kita masih tertinggal dalam beberapa bidang seperti teknologi dan ekonomi, yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang digunakan dalam menilai kelayakan suatu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional.
1.cukup mudah dipelajari oleh masyarakatnya sendiri
2.Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita dapat mengetahui berbagai jenis Ragam Bahasa
3.Dapat menggunakan bahasa sesuai dengan wadahnya(dengan siapa kita berbicara)
4.Berbahasa Indonesia membuat kita tahu jati diri kita
5.Sebagai pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa
6.Sebagai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya ,meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
7.Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah,
8.Sarana pengembangan penalaran,dan Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia.
Kekurangan:
1.bahasa yang cukup sulit dipelajari bagi orang luar negri
2.penggunaan bahasa indonesia yang baku membuat pemikiran seseorang terhadap kita menjadi kaku
3.Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.
4. Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh: tangan kanan = orang kepercayaan.
5. Sulit untuk dipromosikan sebagai salah satu bahasa internasional, karena kita masih tertinggal dalam beberapa bidang seperti teknologi dan ekonomi, yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang digunakan dalam menilai kelayakan suatu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional.
Sponsor
About Me
- Arif Hendra Gunawan
Blog Archive
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Followers
Sponsors
Search Article Here
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...