Tugas Bahasa Indonesia
0
komentar
Arif Hendra Gunawan
-
TUGAS
BAHASA INDONESIA
PENALARAN
DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Arif
Hendra Gunawan (1112112)
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
Kalimalang
2015
Kata
Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
bimbinganNya yang selalu menyertai kami di dalam memahami ilmu-ilmu yang kami
pelajari dan aplikasikan di dalam kehidupan. Makalah ini kami buat berdasarkan
tugas yang diberikan oleh dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2 Bapak Tri
Budiarta yang kami hormati.Tugas ini adalah lanjutan dari tugas
individu yang membahas mengenai “ Penalaran “. Sehingga di dalam tugas makalah
ini kita membahas lebih detail apa saja yang bisa kita pelajari mengenai
Penalaran itu sendiri. Tugas makalah ini kami tunjukan untuk kami sendiri
sebagai pelajar yang belajar mamahami mengenai Penalaran, kemudian untuk dosen
pengajar kami Tri budiarta, dan bentuk pengabdian kami terhadap kedua orang tua
kami untuk selalu terus belajar
Semoga Tugas makalah ini kami kerjakan secara maksimal berdasarkan hasil pemahaman kami mengenai Penalaran. Dan dapat memberikan manfaat bagi kami memahami Penalaran, memberika manfaat bagi teman teman ataupun orang lain yang membaca, dan kepada bapak Tri Budiarta sebagai pengajar kami.
Semoga Tugas makalah ini kami kerjakan secara maksimal berdasarkan hasil pemahaman kami mengenai Penalaran. Dan dapat memberikan manfaat bagi kami memahami Penalaran, memberika manfaat bagi teman teman ataupun orang lain yang membaca, dan kepada bapak Tri Budiarta sebagai pengajar kami.
DAFTAR
ISI
COVER …..........................................................................................................1
KATA
PENGANTAR …………………………………………………………………2
PENDAHULUAN
……………………………………………………………………………4
PENGERTIAN
PENALARAN DAN PENALARAN DEDUKTIF ……………...…5
MACAM
MACAM PENALARAN DEDUKTIF …………………………………………6
PENGERTIAN
PENALARAN INDUKTIF DAN MACAM MACAMNYA ………..7
FAKTA
FAKTA KHUSUS PENALARAN INDUKTIF …………………………………8
KESIMPULAN
…………………………………………………………………………8
DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………………………9
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Penalaran merupakan hal yang kita sering gunakan sehari hari di dalam
berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang terdekat baik keluarga maupun
kerabat di tempat kuliah atau di kantor. Namun penulis akan menjelaskan
pembahasan kali ini tentang penalaran yang penggunaanya kita gunakan di dalam
bahasa kita sehari hari yaitu Bahasa Indonesia.
1.2.
Tujuan Penulisan Masalah
Penulisan ini akan dibuat dengan tujuan peningkatan mutu dalam penggunaan
Bahasa Indonesia dalam menguasa kemampuan berfikir, bersifat rasional dan
dinamis berpandangan untuk menganalisa konsep penalaran yang bertolak dari
pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau
sesuatu yang memang salah.
1.3
Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan penalaran deduktif ?
2. Ada berapa macam jenis penalaran deduktif ?
2. Ada berapa macam jenis penalaran deduktif ?
3.
Apakah yang dimaksud dengan penalaran induktif ?
4. Ada berapa macam jenis penalaran induktif ?
4. Ada berapa macam jenis penalaran induktif ?
1.4
Metode Pengumpulan Data
BAB
II
POKOK
PEMBAHASAN
Pendefinisian
Penalaran :
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan
empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan
pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi
yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap
benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut
dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut
dengan konklusi (consequence).
1. Penalaran Deduktif
Penalaran
deduktif adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk
menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat
kesimpulan yg dapat diambil.
Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat
dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diperoleh tidak
mungkin lebih umum dari pada proposi tempat menarik simpulan itu. Proposi
tempat merarik simpulan itu disebut premis. Atau dapat juga di artikan
penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa
umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu
kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Metode
ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen
dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih
dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya
dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif
tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Macam – macam penalaran deduktif
· SILOGISME
Merupakan
suatu cara penalaran yang formal.Penalaran dalam bentuk ini jarang
ditemukan/dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti
polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Misalnya ucapan “Ia
dihukum karena melanggar peraturan “X”
Silogisme
Katagorik
Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Silogisme
Hipotetik
Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Silogisme
Disyungtif
Silogisme
Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan
premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif
yang disebut oleh premis mayor.Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis
mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.
2. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari
pernyataan – pernyataan yang khusus dan menghasilkan kesimpulan yang umum.
Dengan kata lain kesimpulan, yang diperoleh tidak lebih khusus daripada
pernyataaan (premis).
Macam – macam penalran induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam
berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan
difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum
diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Contoh:
Jika
dipanaskan, besi memuai.
Jika
dipanaskan, tembaga memuai.
Jika
dipanaskan, emas memuai.
Jika
dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika
dipanaskan, logam memuai.
Jika
ada udara, manusia akan hidup.
Jika
ada udara, hewan akan hidup.
Jika
ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika
ada udara mahkluk hidup akan hidup.
proses
penalaran yang digunakan dalam berfikir untuk menarik kesimpulan dari sesuatu
yang bersifat khusus ke umum atau berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum
berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Penalaran Induktif dibagi
menjadi 2, yaitu :
1.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berfikir induktif atau suatu proses
penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual ( khusus ) menuju
kesimpulan umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena
individual yang diselidiki.
a)
Generalisasi tanpa loncatan induktif adalah seluruh fakta yang ada di dalam
fenomena yang dijadikan sebuah kesimpulan berdasarkan penyelidikan yang
terjadi. Contoh : setiap 1 bulan pada tahun masehi tidak ada yang jumlah
harinya lebih dari 31 hari.
b)
Generalisasi dengan loncatan induktif adalah generalisasi yang kesimpulannya
diambil dari sebagian fakta dari suatu fenomena yang berlaku pada fenomena
sejenis yang belum diselidiki. Contoh : kita menyelidiki sebagian masyarakat
Indonesia yang ramah, lalu kita membuat sebuah kesimpulan bahwa semua rakyat
Indonesia adalah masyarakat yang ramah.
2.
Analogi adalah suatu bentuk metode penalaran induktif untuk menarik kesimpulan
tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran suatu gejala khusus
lain yang memiliki sifat-sifat penting yang bersamaan. Tujuan dari analogi
adalah :
-
Meramalkan persamaan
-
Mengadakan klasifikasi
–
Menyingkap kekeliruan
Kesimpulan
Setelah
kita telah mempelajari teknik penalaran ini , kami dapat memahami konsep
dari penalaran yaitu yang bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki
seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah, dan
mengetahui jenis- jenis penalaran.
Daftar
Pustaka
wilkipedia.org
CONTOH KASUS :
Penyebab pencemaran udara paling utama
di Jakarta adalah gas buang kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan
pokok bagi masyarakat Jakarta. Semakin banyak kendaraan bermotor di
Jakarta semakin banyak pula gas buangan yang mencemari Jakarta. Truk, bus,
mobil, dan motor selalu menjadi pemandangan yang tak asing lagi bagi penduduk
ibu kota. Panas, polusi, debu, serta padatnya hilir mudik kendaraan dijalan
menjadi suasana yang sudah menjadi hal yang biasa untuk dinikmati. Walaupun
suasana seperti itu bukan situasi yang nyaman untuk kita nikmati. Ya, begitulah
suasana Ibu kota setiap harinya
Penyebab
lain pencemaran udara di Jakarta adalah dari aktivitas sehari-hari manusia itu
sendiri. Aktivitas di perumahan dan lingkungan perumahan diantaranya seperti
kegiatan masak-memasak, pemakaian aerosol, pembakaran sampah, industri rumah
tangga, industri berskala besar dan pabrik-pabrik yang menyebabkan terbentuknya
gas-gas rumah. Emisi gas buang dari pesawat udara dan kapal laut diperairan
Jakarta Utara, juga partikulat debu tanah yang terbawa oleh angin turut
menyumbang pencemaran udara di Jakarta. Terdapat faktor lain
penyumbang pencemaran udara di Jakarta yaitu kondisi lingkungan geografis
jakarta yang relatif tertutup dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang
menyebabkan sulitnya sirkulasi udara sehingga pergerakan udara yang telah
terpolusi tidak dapat bergerak dengan bebas. Hal itu menimbulkan akumulasi
polutan di beberapa area tertentu.
Analisa:
Paragraf diatas yang ditandai denga tulisan
bertebal hitam disebut dengan Paragraf Deduktif, karena kalimat utamanya
terletak di awal paragraf. Dan dikalimat selanjutnya dilengkapi dengan
kalimat penjelas sebagai pelengkapnya. Paragraf ini diawali dengan pernyataan
umum dan disusul dengan penjelasan. Karena paragraf itu dikembangkan dari
pernyataan umum dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah
dikatakan bahwa penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke
khusus.
Paragraf Induktif
Akibat Buruk Pencemaran Udara
Untuk
mengatasi masalah pencemaran udara perlu adanya kerja sama dari semua pihak,
baik dari pemerintah maupun dari kesadaran masyarakat jakarta itu sendiri.
Beberapa solusi saran untuk mengatasi pencemaran udara di Jakarta:
Pemerintah,
menetapkan peraturan kendaraan bermotor dengan memperketat kepemilikan
kendaraan pribadi, sehingga masyarakat akan lebih memilih naik transportasi
umum. Selain itu menetapkan peraturan tentang pendirian pabrik-pabrik.
Pemerintah bertindak tegas apabila ada yang melanggar peraturan tersebut, agar
masyarakat segera sadar dan jera. Ruang hijau yang memenuhi syarat di sediakan
oleh pemerintah serta benar-benar di rawat. Ditanam di pinggir-pinggiran jalan
untuk mengurangi pencemaran udara.
Masyarakat,
tidak merusak fasilitas yang ada khususnya fasilitas yang mendukung pengurangan
pecemaran lingkungan. Mengurangi kepemilikikan kendaraan pribadi, cukup satu
atau dua dalam satu keluarga. Hal yang penting adalah kesadaran untuk menjaga
lingkungan agar udara selalu bersih
Analisa:
Paragraf diatas yang ditandai dengan tulisan
tebal artinya sebagai Paragraf Induktif, karena terlebih dahulu
menyebutkan pperistiwa peristiwa khususKemudian, menarik kesimpulan berdasarkan
peristiwa-peristiwa khusus danKesimpulan terdapat di akhir paragraf
Sponsor
About Me
- Arif Hendra Gunawan
Blog Archive
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Followers
Sponsors
Search Article Here
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...
Popular Posts
-
Upacara Bekakak Sebagai pusat kerajaan-kerajaan besar terdahulu, pulau Jawa khususnya kota Yogyakarta / Jogja memiliki kesenian khas ...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
Sebutkan dan jelaskan macam-macam sistem ekonomi ! Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan m...
-
1.) Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuata...
-
RESENSI NOVEL DAN FILM TUGAS ILMU BUDAYA DASAR Resensi: Madre Hidup Tansen (Vino G. Bastian) tiba-tiba berubah. Tiba-tiba Tans...
-
PENGERTIAN BANK A. Pengertian dan klasifikasi bank . Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fun...
-
Etika Dan Profesionalisme TSI Etika (Etimologi) , etika itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan at...
-
1. Pendapat Tentang Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap dan Mengungkapkan Hasil Pemikiran Sebe...