ISD Sebagai MKDU
Ilmu sosial
dasar adalah salah satu mata kuliah dasar umum yang merupakan matakuliah wajib
yang diberikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tujuan diberikannya mata kuliah ini adalah
semata-mata sebagai salah satu usaha yang diharapkan dapat memberikan bekal
kepada mahasiswa untuk dapat peduli terhadap masalah – masalah sosial yang
terjadi dilingkungan dan dapat memecahkan permasalahan tersebut dengan
menggunakan pendekatan ilmu sosial dasar.
Latar belakang
diberikannya ISD adalah banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan
kita oleh sejumlah para cendikiawan, terutama sarjana pendidikan, sosial dan
kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan kita berbau colonial, dan masih
merupakan warisan sistem pendidikan Pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan ari
politik balas budi yang dianjurkan oleh Conrad Theodhore van Deventer. Sistem
ini bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi “tukang-tukang”
yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, perdagangan, teknik dan
keahlian lain, dengan tujuan ekspoitasi kekayaan Negara.
Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga ahli
yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam, sehingga wawasannya sempit.
Hal lain, sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang “elite” bagi
masyarakat kita sendiri, kurang akrab dengan lingkungan masyarakat, tidak
mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin ikeilmuannya.n Perguruan
tigngi seolah-olah menara gading yang
banyak menghasilkan sarjana-sarjana “tukang” tidak mau dan peka terhadap denyut
kehidupan, kebutuhan, serta perkembangan masyarakat.
Pendidikan tinggi
diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat
pengetahuan yang terdiri atas.
- Kemampuan akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya
- Kemampuan professional; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
- Kemampuan personal ; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
ISD, sebagai bagian dari
MKDU, mempunyai tema pokok yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan
lingkungannya. ISD sebagai mana dengan IBD dan IAD, bukanlah pengantar disiplin
ilmu tersendiri,tetapi menggunakan pengertian-pengertian ( fakta, teori, konsep)
yang berasal dari berbagai bidang keahlian untuk menanggapi masalah-masalah
sosial, khususnya masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Sebagai
salah satu mata kuliah umum, ISD bertujuan
membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh
wawasan pemikiran yang lebih luas, dan cirri-cri kepribadian yang diharapkan
dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan
sikap an tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lainnya, serta
sikap dan tingkah laku manusia dalam
menghadapi manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.
Ilmu
pengetahuan dikelompokkan dalam 3
kelompok besar yaitu :
- Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
- Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
- Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
TULISAN
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK
INDIVIDU
Manusia lahir sebagai makhluk
individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan
raga. Secara biologis manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda
dengan makhluk hewani. Namun secara rohani ia sangat berbeda dengan makhluk
hewani apapun. Jiwa manusia merupakan satu kesatuan dengan raganya untuk
selanjutnya melakukan aktivitas atau kegiatan.
Sebagai makhluk individu, manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia. Setiap manusia dilahirkan sama dengan harkat dan martabat yang sama pula. Manusia sebagai makhluk individu berupaya merealisasikan segenap potensi dirinya, baik potensi jasmani maupun potensi rohani.
Sebagai makhluk individu, manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia. Setiap manusia dilahirkan sama dengan harkat dan martabat yang sama pula. Manusia sebagai makhluk individu berupaya merealisasikan segenap potensi dirinya, baik potensi jasmani maupun potensi rohani.
Pola kelakuan manusia berbeda dengan
binatang yang membedakannya adalah manusia tidak hanya ditentukan oleh system
organic biologi saja melainkan juga menggunakan akal & jiwa.
Kata individu bukan hanya berarti
manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan juga sebagai
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu
dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia,
dapat pula diartikan sebagai manusia.
Dalam pandangan psikologi sosial,
manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik
dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa
individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang
khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai kepribadian serta
pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan
individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik
dengan tingkah laku masa.
Dalam perkembangannya setiap individu
mengalami dan dibebankan berbagai peranan, yang berasal dari kondisi
kebersamaan hidup dengan sesame manusia. Seringakli pula terdapat konflik dalam
diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya bertentangan dengan
peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun setiap warga masyarakat yang namanya
individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku
sosial masyarakatnya. Keberhasilan dalam menyesuaikan diri atau memerankan diri
sebagai individu dan sebagai warga bagian masyarakatnya memberikan konotasi
“maang” dalam arti sosial. Artinya individu tersebut telah dapat menemukan
kepribadiannya aatau dengan kata lain proses aktualisasi dirinya sebagai bagian
dari lingkungannya telah terbentuk.
merugikan seorang siswa atau
mencemarkan nama baik sekolah tersebut.Sebenarnya jika kita mau melihat lebih
dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestressan siswa
yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah.
Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk masyarakat dan
kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat
berdekatan Penduduk, dalam pengertian luas diartikan sebagai kelompok organisme
sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tetentu. Penduduk dalam arti
luas itu sering diistilahkan popuasi dan disini dapat meliputi populais hewan,
tumbuhan dan juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam
pengertian orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu
wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan
sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam
kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang
telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya
PENDUDUK DAN PERMASALAHANNYA
Orang yang pertama
mengemukakan teori mengenai penduduk ialah “Thomas Robert Malthus. Dalam edisi
pertamanya “Essay Population “ tahun 1798. Malthus mengemukakan adanya dua
persoalan pokok, yaitu bahwa bahan makanan adalah penting utnuk kehidupan
manusia dan nafsu manusia tidak dapat ditahan. Bertitik tolak dari hal itu
teori Malthus yang sangat terkenal yaitu bahwa berlipat gandanya penduduk itu
menurut deret ukur, sedangkan berlipat gandanya bahan makanan menurut deret
hitung, sehingga pada suatu saat akan timbul persoalan-persoalan yang
berhubungan dengan penduduk.
DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika penduduk menunjukkan adanya factor perubahan
dalam hal jumlah penduduk yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk.
Penduduk bertambah tidak lain karena adanya unsurr lahir, mati, datang dan
pergi dari penduduk itu sendiri. Karena keempat unsur tersebut maka pertambahan
penduduk dapat dihutung dengan cara :
pertambahan penduduk = ( lahir – mati) + ( datang – pergi ). Pertambahan
penduduk alami karena diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian . Unsur
penentu dalam pertambahan penduduk adalah tingkat fertilitas dan mortalitas.
Untuk memproyeksikan
penduduk dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :
Pn = (1 + r) n x
Po
Pn = jumlah penduduk yang dicari pada
tahun tertentu (proyeksi penduduk)
r = tingkat pertumbuhan penduduk dalam prosen
n = jumlah dari tahun yang akan diketahui
Po = jumlah penduduk yang diketahui apa tahun dasar
Sebagai contoh :
Tahun 1961 jumlah penduduk
Indonsia 96 juta, dengan tingkat pertambahan penduduk 2,4 5, berapa penduduk
Indonesia tahun 2001 ?
Tahun 2001 penduduk
Indonesia ( 1 + 2,4/100 ) 40 x 96 juta = 248 juta
KOMPOSISI PENDUDUK
Sensus penduduk yang diadakan 10 tahun sekali oleh
pemerintah kita, bukan hanya menghitung jumlah penduduk saja tetapi juga
mendata tentang umur penduduk, jenis kelamin penduduk, tingkat pendidikan
penduduk, jenis mata pencaharian dan sebaginya.
Berdasarkan komposisinya
piramida penduduk dibedakan atas :
-
Penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan
-
Bentuk piramida stasioner, disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan
lanjut usia seimbang, pyramid penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan
penduduk suatu Negara
-
Piramida penduduk tua, yaitu piramida pendduk yang menggambarkan penduduk
dalam kemunduran, pyramid ini menunjukkan bahwa penduduk usia muda jumlanya lebih
kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa
PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah
satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang
merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya
masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan
manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat
diabdikan untuk kepntingan masyarakat.
Tulisan
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
KEPADATAN PENDUDUK
Akhir-akhir ini Indonesia mengalami suatu problem mengenai kepadatan
penduduk, oleh karena itu suatu lembaga Pemerintah Non Departemen yang menaungi
program ini adalah BKKBN. BKKBN yaitu Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, badan ini lah yang bertugas
melaksanakan tugas pemerintah dibidang keluarga berencana dan keluarga
sejahtera. BKKBN sendiri memiliki sebuah slogan yaitu “Dua Anak Cukup, Laki-Laki Perempuan Sama Saja”, program ini pernah
mengalami kesuksesan pada masa Presiden Soeharto dan mendapatkan penghargaan Global
Statement Award” dari Population Institute dari Amerika Serikat tahun
1988. Namun kepadatan penduduk sekarang tidak dapat terelakkan lagi, banyak
lahan yang dahulu kosong atau daerah lapangan terbuka kini sudah dipenuhi oleh
orang-orang yang bermukim.
Program KB(keluarga
berencana) dapta menurunkan tingkat pertubumhan penduduk di indonesia dalam
beberapa tahun ini menurun, ini di buktikan oleh grafik data pertumbuhan
penduduk yang di tunjukkan oleh google.
Ini membuktikan bahwa program KB(keluarga berencana)yang buat pemerintah telah berhasil menekan pertumbuhan penduduk di indonesia. Dikatankan juga oleh Direktur pelapor dan Statistik Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)pusat, Rachmat Santoso. Kita ketahui bahwa dulu tingkat pertumbuhan penduduk indonesia pada tahun 1960 yang mecapai 2,2 %, trus meningkat mencapai 2,4% pada tahun 1970. Pada saat tahun 1990 pesentase pertumbuhan penduduk mulai menuru drastis 1,7% hingga tahun 2007 persentase pertumbuhan penduduk menurun menjadi 1,2%. Sesunggunya pertumbuhan penduduk meningkat karna angka kelahiran di indonesia sangat tinggi. Banyak penyebab yang membuat angka kelahiran meningkat. yaitu karna terjadinya penikahan dini oleh para remaja di indonesia Dan adapun keluarga berpendapat banyak anak banyak rezki, yang tidak dapat menekan kelahiran anaknya. hal ini yang membuat banyak angka kelahiran dan mempengaruhi pada pertumbuhan penduduk. dampak dari pertumbuhan penduduk yaitu
• Kerusakan lingkungan
• Kemiskinan
• Kriminalitas
• Krisis pangan
• Krisi kesehatan
Dampak kerusakna lingkungan adalah pencemaran sungai dan banyak nya hutan hilang untuk dibangun untuk tempat tinggal. Contoh penyebab pencemaran sungai karna pertumbuhan penduduk, misalkan apabila setiap rumah memiliki jamban. Sekitar 1 juta jamban di bangun tiap tahun nya pada jarak 10 meter dari sungai atau sumur.. Itu dapat mengotori sungai berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, dan juga hilang nya hutan untuk dibangun tempat tinggal.
Dampak kemiskinan dari pertumbuhan penduduk. Semaikn banyak penduduk, maka semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang di butuhkan. Kita tahu sendiri kalau lapangan pekerjaan sangat terbatas, itu sebabnya banyak sekali penganguran menyebakan kemiskinan. Dampak dari kemiskinan adalah itu sendiri dapat terjadinya tindakan kriminalitas. Mereka yang pengangguran melilih mencari uang dengan merampok, menipu dan banyak yang lainnya.
Krisis pangan adalah sesuatu masalah yg pasti terjadi apabila jumlah penduduk meningkat.karna penduduk tidak tepenuhi nya prokduksi makan terhadap permintaan konsumen. Hal terjadi karna karna beberapa penyabab salh satunya faktor cuaca. Hal ini memungkinkan produksi pangan terganngu.
Itulah dampak buruk dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, oleh karna itu pemerintahsangat gencar melaksanakan program KB di indonesia. Berbagai cara telah pemerintah lakukan untuk mensejahtrakan masyarakatnya. Dan akhirnya program KB telah berhasil menekan pertumbuhan penduduk.
Ini membuktikan bahwa program KB(keluarga berencana)yang buat pemerintah telah berhasil menekan pertumbuhan penduduk di indonesia. Dikatankan juga oleh Direktur pelapor dan Statistik Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)pusat, Rachmat Santoso. Kita ketahui bahwa dulu tingkat pertumbuhan penduduk indonesia pada tahun 1960 yang mecapai 2,2 %, trus meningkat mencapai 2,4% pada tahun 1970. Pada saat tahun 1990 pesentase pertumbuhan penduduk mulai menuru drastis 1,7% hingga tahun 2007 persentase pertumbuhan penduduk menurun menjadi 1,2%. Sesunggunya pertumbuhan penduduk meningkat karna angka kelahiran di indonesia sangat tinggi. Banyak penyebab yang membuat angka kelahiran meningkat. yaitu karna terjadinya penikahan dini oleh para remaja di indonesia Dan adapun keluarga berpendapat banyak anak banyak rezki, yang tidak dapat menekan kelahiran anaknya. hal ini yang membuat banyak angka kelahiran dan mempengaruhi pada pertumbuhan penduduk. dampak dari pertumbuhan penduduk yaitu
• Kerusakan lingkungan
• Kemiskinan
• Kriminalitas
• Krisis pangan
• Krisi kesehatan
Dampak kerusakna lingkungan adalah pencemaran sungai dan banyak nya hutan hilang untuk dibangun untuk tempat tinggal. Contoh penyebab pencemaran sungai karna pertumbuhan penduduk, misalkan apabila setiap rumah memiliki jamban. Sekitar 1 juta jamban di bangun tiap tahun nya pada jarak 10 meter dari sungai atau sumur.. Itu dapat mengotori sungai berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, dan juga hilang nya hutan untuk dibangun tempat tinggal.
Dampak kemiskinan dari pertumbuhan penduduk. Semaikn banyak penduduk, maka semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang di butuhkan. Kita tahu sendiri kalau lapangan pekerjaan sangat terbatas, itu sebabnya banyak sekali penganguran menyebakan kemiskinan. Dampak dari kemiskinan adalah itu sendiri dapat terjadinya tindakan kriminalitas. Mereka yang pengangguran melilih mencari uang dengan merampok, menipu dan banyak yang lainnya.
Krisis pangan adalah sesuatu masalah yg pasti terjadi apabila jumlah penduduk meningkat.karna penduduk tidak tepenuhi nya prokduksi makan terhadap permintaan konsumen. Hal terjadi karna karna beberapa penyabab salh satunya faktor cuaca. Hal ini memungkinkan produksi pangan terganngu.
Itulah dampak buruk dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, oleh karna itu pemerintahsangat gencar melaksanakan program KB di indonesia. Berbagai cara telah pemerintah lakukan untuk mensejahtrakan masyarakatnya. Dan akhirnya program KB telah berhasil menekan pertumbuhan penduduk.
TULISAN
Individu: Menurut saya individu sebagai unit terkecil dari
masyarakat sekitar yang tidak bisa di bagi lagi dengan unit terkecil,individu yang pasti lebih jelas manusia perseorangan bukan sebagai
manusia keseluruhan,saya simpulkan bahwa individu sebagai manusia yang memiliki
peranan khas ataupun spesifik dari dalam dirinya itu sendiri. Individu
yang sering sekali menyimpanng dari norma kolektif kehilangan individualismenya,takhluk
kepada kolektif dan mempengaruhi masyarakat sekitar.
Contohnya :
Fenomena Tawuran antar
Pelajar individu mulai
menerima dan menyesuaikan diri kepada adapt istiadat ( norma ) suatu kelompok
yang ada dalam sistem social , sehingga lambat laun yang bersangkutan akan
merasa menjadi bagian dari kelompok yang bersangkutan. Pengawasan sosial
adalah, “ proses yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk
mengajak, mendidik atau bahkan memaksa warga masyarakat, agar mematuhi norma dan
nilai”. Pengertian tersebut dipertegas menjadi suatu pengendalian atau
pengawasan masyarakat te ... Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari
budaya bangsa Indonesia.
Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah
tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa. Bukan hanya
tawuran antar pelajar saja yang menghiasi kolom-kolom media cetak, tetapi
tawuran antar polisi dan tentara , antar polisi pamong praja dengan pedagang
kaki lima,
sungguh menyedihkan. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita.Tawuran
antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya
geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat.
Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa
mengganggu ketenangan masyarakat.Sebaliknya mereka merasa bangga jika
masyarakat itu takut dengan gengkelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak
melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu.Biasanya permusuhan antar
sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Namun remaja yang masih labil
tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain
biasanya dendam Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para siswa tersebut akan
membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap
Pemuda dan Sosialisasi
Pemuda adalah
golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan
kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang
terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan.
Pemuda
Indonesia
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia
muda, akan tetapi di Indonesia
ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda
diperinci dan tersurat dengan pasti. Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia
adalah sebagai berikut :
Masa bayi :
0 – 1 tahun
Masa anak :
1 – 12 tahun
Masa Puber :
12 – 15 tahun
Masa Pemuda :
15 – 21 tahun
Masa dewasa :
21 tahun keatas
Dari segi budaya atau fungsionalnya
maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagai
berikut :
Golongan anak :
0 – 12 tahun
Golongan remaja :
13 – 18 tahun
Golongan
dewasa : 18 (21) tahun keatas
Usia
0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 – 21 tahun keatas
dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yagn
telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta
Pengertian
pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada
terdiri atas 3 katagori yaitu :
1. siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
2. Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi
3. Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang
berusia 15 – 30 tahun keatas.
Kedudukan
pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan
bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri
sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma,
kepribadian, dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat. Sebagai mahluk
individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai
ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap
Tuhan Yang maha Esa.
Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi merupakan salah satu proses
belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya degnan sistem
sosial.
Proses sosialisasi melahirkan
kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk
sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya
pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat
timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit
dipelajari. Asal
mula timbulnya kedirian :
1.
Dalam proses
sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang
lain memandang dan memperlakukan dirinya.
2.
Dalam proses
sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui
dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari
orang lain.
Thomas
Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu
untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapatdalam kebudayaan
masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses
akomodasi, dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai
dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah
laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat
INTERNALISASI,
BELAJAR DAN SPESIALISASI
Istilah
internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang
menginternasilasikan norma-norma tersebut.
Istilah belajar
ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang
telah dimiliki oleh seorang individu.
Istilah spesialisasi
ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu,
kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
TULISAN PEMUDA DAN SOSIALISASI
Dalam tema ini, saya akan beropini tentang beberapa
kejadian – kejadian yang berhubungan dengan Pemuda dan Sosialisasi.
Pemuda dan sosialisasi adalah 2 hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain,
karena pemuda mau tidak mau harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar nya.
Sosialisasi dalam konteks pemuda adalah hal terpenting yang harus dijalani
pemuda pemudi pada saat beranjak dewasa. Menurut saya, sosialisasi untuk pemuda
bukan hanya sekedar untuk membaur dengan lingkungan, melainkan untuk
mendapatkan informasi-informasi penting.
Oleh
karena pemuda-pemuda Indonesia sangatlah beragam jenisnya, maka akan terdapat
pemuda yang pandai bersosialisasi dan pemuda yang kurang pandai bersosialisasi.
Atau bahkan tidak mau untuk bersosialisasi.
Pemuda
yang mempunyai jiwa membara bagai api yang berkobar dan selalu mempunyai
ide-ide yang cemerlang untuk membuat sesuatu yang baru akan lebih baiknya
apabila didukung dengan sosialisasi yang memadai. Ide pemuda apabila dituangkan
dan dilaksanakan akan membuat suatu bangsa menjadi lebih maju. Tetapi zaman
sekarang banyak pemuda yang mempunyai ide-ide bagus masih binggung akan dibawa
kemana dan akan digunakan untuk apa ide tersebut. Itu semua dikarenakan
kurangnya sosialisasi untuk pemuda. Pemuda masih banyak bimbingan dari orang
yang lebih berpengalaman untuk bagaimana memperjelas langkah pemuda tesebut
yang mempunyai ide-ide cemerlang. Kalau sudah demikian tinggal pemuda tersebut,
ide apa yang akan dituangkan dan dipublikasikan. Dan pemuda tersebut akan
berfikiran ide apa yang akan dituangkan dan dipublikasikan dan dengan langkah
apa pemuda tersebut mempublikasikannya.
Contohnya mahasiswa yang melakukan demonstrasi pada
kebijakan yang di ambil pemerintahan sehingga timbul perubahan kebijakan. Dapat
kita lihat bahwa demonstrasi merupakan cara pemuda dalam menyampaikan pemikiran
– pemikiran atau ide – ide kepada pemerintah.
Dari contoh diatas dapat di simpul kan bahwa demo
merupakan proses sosialisasi, proses sosialisasi yang dialami oleh para pemuda
sangat rumit. Sehubungan dengan perkembangan individu pemuda itu sendiri dan
dalam rangka melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua, maka
pengalaman-pengalaman yang dialami kadang
membingungkan dirinya sendiri. Melalui proses sosialisasi,
seorang pemuda akna terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan
kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kepribadian
seseorang tergatung dari segi susunan
kebudayaan dan lingkungan sosial.
Kesimpulannya adalah pemuda sangat berpengaruh pada
perubahan pola fikir dalam kehidupan bermasyarakat. Karena pemuda sangat mudah
bersosialisasi dah menghasilkan hal – hal yang positif maupun negatif. Semua
ini tergantung pada susunan
kebudayaan dan lingkungan sosial yang dihadapi oleh seorang pemuda.
WARGA NEGARA DAN NEGARA
HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAH
A. HUKUM
Hukum menurut JCT. Simorangkir SH dan Woerjono Sastropranoto adalah sebuah peraturan – peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam masyarakat yang dibuat oleh badan resmi yang berwajib.
Hukum menurut JCT. Simorangkir SH dan Woerjono Sastropranoto adalah sebuah peraturan – peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam masyarakat yang dibuat oleh badan resmi yang berwajib.
a) Ciri-ciri dan sifat hukum
Ciri hukum adalah :
- Adanya perintah atau larangan
- Perintah atau larangan itu harus dipenuhi setiap orang
Akan tetapi ternyata tiap orang mau mentaati kaidah tersebut, oleh karena itu agar peraturan hidup benar-benar dilaksanakan dan ditaati, dengan dilengkapi dengan unsure pemaksaan.
Ciri hukum adalah :
- Adanya perintah atau larangan
- Perintah atau larangan itu harus dipenuhi setiap orang
Akan tetapi ternyata tiap orang mau mentaati kaidah tersebut, oleh karena itu agar peraturan hidup benar-benar dilaksanakan dan ditaati, dengan dilengkapi dengan unsure pemaksaan.
b) Sumber-sumber Hukum
Sumber hukum ialah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa, jika dilanggar akan mendapatkan sangsi yang tegas dan nyata.
Sumber Hukum dapat ditinjau dari segi formal dan material.
Contoh sumber hukum dari segi formal antara lain :
- Undang-undang
Ialah suatu peraturan yang mempunyai kekuasaan hokum yang mengikat
- Kebiasaan
Ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam segal hal yang samadan diterima oleh masyarakat
- Keputasan-keputusan hakim
Ialah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai maslah yang sama
- Traktat
Adalah perjanjian antara dua orang atau lebih mengenai satu hal sehingga bersangkutan dengan perjanjian tersebut
- Pendapat Sarjana Hukum
Ialah pendapat para sarjana yang sering dikutip para hakim dalm suatu masalah
Sumber hukum ialah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa, jika dilanggar akan mendapatkan sangsi yang tegas dan nyata.
Sumber Hukum dapat ditinjau dari segi formal dan material.
Contoh sumber hukum dari segi formal antara lain :
- Undang-undang
Ialah suatu peraturan yang mempunyai kekuasaan hokum yang mengikat
- Kebiasaan
Ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam segal hal yang samadan diterima oleh masyarakat
- Keputasan-keputusan hakim
Ialah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai maslah yang sama
- Traktat
Adalah perjanjian antara dua orang atau lebih mengenai satu hal sehingga bersangkutan dengan perjanjian tersebut
- Pendapat Sarjana Hukum
Ialah pendapat para sarjana yang sering dikutip para hakim dalm suatu masalah
Contoh sumber hukum dari segi
material kta dapat tinjau dari berbagai sudut misalnya dari sudut politik,
sejarah, ekonomi, dan lai-lain.
c.) Pembagian Hukum
1.) Menurut “sumbernya” hukum dapat dibagi dalam :
- Hukum Undang-undang
- Hukum Kebiasaan
- Hukum Traktat
- Hukum Yurisprudensi
1.) Menurut “sumbernya” hukum dapat dibagi dalam :
- Hukum Undang-undang
- Hukum Kebiasaan
- Hukum Traktat
- Hukum Yurisprudensi
2.) Menurut “bentuknya” hukum
dibagi dalam :
- Hukum tertulis yang terbagi atas : – hukum tertulis yang dikodfikasikan & hukum tertulis yang tak dikodfikasikan
- Hukum tak tertulis
- Hukum tertulis yang terbagi atas : – hukum tertulis yang dikodfikasikan & hukum tertulis yang tak dikodfikasikan
- Hukum tak tertulis
3.) Menurut “tempat
berlakunya hukum terbagi dalam :
- Hukum Nasional
- Hukum Internasional
- Hukum Asing
- Hukum Gereja
- Hukum Nasional
- Hukum Internasional
- Hukum Asing
- Hukum Gereja
4.) Menurut “waktu
berlakunya” hukum terbagi dalam :
- Ius Consitutum ialah hukum yang berlaku sekarang
- Ius Constituendum ialah hukum yang berlaku dimasa yang akan datang
- Hukum asasi
- Ius Consitutum ialah hukum yang berlaku sekarang
- Ius Constituendum ialah hukum yang berlaku dimasa yang akan datang
- Hukum asasi
5.) Menurut “cara
mempertahankannya” dibagi dalam :
- Hukum Material
- Hukum Formal
- Hukum Material
- Hukum Formal
6.) Menurut “sifatnya” hukum
dibagi dalam :
- Hukum yang memaksa
- Hukum yang mengatur
- Hukum yang memaksa
- Hukum yang mengatur
7.) Menurut “wujudnya” hukum
dibagi dalam :
- Hukum Objektif
- Hukum Subjektif
- Hukum Objektif
- Hukum Subjektif
8.) Menurut “Isinya” hukum
dibagi dalam :
- Hukum privat
- Hukum Publik
- Hukum privat
- Hukum Publik
B. NEGARA
Negara mempunyai 2 tugas utama yaitu
1.) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangkan dengan satu sama lainnya
Negara mempunyai 2 tugas utama yaitu
1.) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangkan dengan satu sama lainnya
2.) Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan
untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan arahkan pada tujuan
Negara
a.) Sifat-sifat Negara
Adapun sifat Negara antara lain :
1.) Sifat memaksa
2.) Sifat monopoli
3.) Sifat mencakup semua
Adapun sifat Negara antara lain :
1.) Sifat memaksa
2.) Sifat monopoli
3.) Sifat mencakup semua
b.) Bentuk Negara
Dalam teori ini bentuk Negara yang terpenting adalah Negara kesatuan dan Negara serikat
Dalam teori ini bentuk Negara yang terpenting adalah Negara kesatuan dan Negara serikat
1) Negara Kesatuan
Adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat, Negara berdaulat mempunyai 2 macam bentuk Negara kesatuan yaitu :
a.) Negara keastuan dengan system sentralisasi
b.) Negara keastuan dengan system desentralisasi
Adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat, Negara berdaulat mempunyai 2 macam bentuk Negara kesatuan yaitu :
a.) Negara keastuan dengan system sentralisasi
b.) Negara keastuan dengan system desentralisasi
2) Negara Serikat
Adalah Negara yang terjadi dari penggabungan beberapa Negara yang berdiri sendiri
Adalah Negara yang terjadi dari penggabungan beberapa Negara yang berdiri sendiri
c.) Unsur-unsur Negara
Negara harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut :
(1) harus ada wilayahnya
(2) harus ada rakyatnya
(3) harus ada pemerintahannya
(4) harus ada tujuannya
(5) mempunyai kedaulata
Negara harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut :
(1) harus ada wilayahnya
(2) harus ada rakyatnya
(3) harus ada pemerintahannya
(4) harus ada tujuannya
(5) mempunyai kedaulata
TULISAN WARGA NEGARA DAN NEGARA
Masalah
Warganegara dan Negara perlu dikaji lebih jauh, mengingat Demokrasi yang ingin
ditegakkan adalah Demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandung dalam
Demokrasi Pancasila antara lain adalah adanya kaidah yang mengikat Negara dan
Warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta
wewenangnya. Secara material adalah mengakui harkat dan martabat Manusia
sebagai makhluk Tuhan, yang menghendaki Pemerintahan untuk membahagiakannya,
dan memanusiakan Waganegara dalam Masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa.
Warga
negara diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk
yang menjadi unsur negara. Istilah warga negara lebih sesuai dengan
kedudukannya sebagai orang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba atau
kawula Negara. karena warga negara mengandung arti peserta, anggota, atau warga
dari suatu negara, yakni peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan
kekuatan bersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di
hadapan hukum.
Hukum
adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah atau larangan-larangan)
yang mengurus tata tertib alam hukum masyarakat dan karena itu harus ditaati
oleh masyarakat.
Di atas
sudah di jelaskan dari warga Negara, Negara, dan hukum. Negara dan masyarakat
itu sendiri berhubungan erat dan tidak pernah luput dari masalah,
masalah-masalah itu sendiri bersangkutan dengan kinerja dari lembaga-lembaga
yang mengatur hokum dan segala hak untuk warga Negara.salah satu contohnya
adalah gagalnya Negara melindungi warganya yang bekerja di luar negri.
Kasus
hukuman pancung yang menerpa seorang TKW Indonesia bernama Ruyati di Arab Saudi
menambah daftar panjang warga Negara Indonesia yang harus mati di negeri orang
hanya untuk mencari rezeki. Belum lagi menurut catatan Migrant ada beberapa
orang TKW yang mayoritas pembantu rumah tangga ( PRT ) di Arab Saudi yang
menanti hukuman pancung ( mati ). jumlah angka warga negara Indonesia yang
terancam hukuman mati yang disebutkan oleh Migrant Care maupun Kementrian Luar
Negeri mungkin itu membuktikan bahwa Negara telah gagal melindungi warga
negaranya.
Mungkin
Negara kurang teliti dalam menghadapi kasus di luar wilayah negaranya sendiri,
oleh karna itu sebagai warga Negara kita juga punya hak untuk berbicara dan
untuk memberikan pendapat untuk kemajuan keamanan Negara terutama hubungan
antara Negara dan warganya itu bsendiri. “Kemajuan Negara bukan karna
sebeberapa banyak orang-orang kita bekerja di luar negri, tapi sebeberapa
banyak orang-orang gersatu memberikan pendapat dalam memajukan Negara” itu baru
di sebut warga Negara yang peduli terhadap negaranya. Buatlah Negara itu maju
dan bangga karna memiliki warga yang demoklratis bukan yang egois dan apatis.
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Kata stratification berasal
dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A.
Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam
kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui
adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman,
pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup
dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka
menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan
anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas
tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala
yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan
sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama
dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan
sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta
kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam
masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah
terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial
tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan
perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam
kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya.
Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh
bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai
sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
Masyarakat terbentuk dari
individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar
belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari
kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka
terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
Jika dilihat dari kenyataan,
maka Individu dan Masyarakat adalah Komplementer. dibuktikan bahwa:
a) Manusia dipengaruhi oleh
masyarakat demi pembentukan pribadinya;
b) Individu mempengaruhi
masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.
Menurut Pitirim A.Sorokin,
Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam
kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.
Sedangkan menurut Theodorson
dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti
jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem
sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak,
pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan
sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar
dan lapisan ini menyempit ke atas.
2. TERJADINYA
PELAPISAN SOSIAL
Terjadinya Pelapisan Sosial
terbagi menjadi 2, yaitu:
– Terjadi dengan
Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai
dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki
lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun
sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan
sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk
lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan
kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan
sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan
secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada
seseorang.
Didalam sistem organisasi
yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional,
merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan
harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan
pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal
).
Tulisan Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang
menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal
balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban,
baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan
kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi.
Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua
orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan
hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
Kesamaan derajat itu merupakan sesuatu yang bisa dikatakan atau sesuatu
yang selalu berhubungan dengan status. Kesamaan derajat terkadang dapat membuat
seseorang merasa menjadi lebih berwibawa, dan biasanya orang yang mempunyai
sifat seperti itu rasanya dia ingin selalu disegankan di sekitar atau di
lingkungan tempat tinggalnya. Sifat yang seperti ini sangat tidak baik. Dalam
hidup bertetangga kita jangan sampai mempunya sifat yang seperti itu, karena
itu akan membuat hubungan antar tetangga menjadi tidak harmonis dan itu rasanya
sangat tidak enak dan nyaman.
Dalam hidup
bertetangga kita harus selalu tanamkan prinsip bahwa apa yang kita inginkan
harus sesuai dengan apa yang kita rasakan. Pelapiasn sosial bisa
kita sebut sebagai sebuah urutan atau tingkatan, pelapisan sosial bisa
dikatakan sama dengan kesamaan derajat, ke dua-duanya memiliki tali
hubungan yang erat, karena kedua hal ini sangat berkaitan antar yang satu
dengan yang lain, maka dari itu, semua atau sebagian orang yang mengkritik hal
ini, karena bila tak mengkritik, orang itu bisa dikatakan akan keterlaluan
terhadap semua hak dan kewajiban yang harus dibagi sama ratakan terhadap semua
orang, tetapi semua itu kembali pada individual masing-masing atau pribadi diri
kita, karena semua itu kita yang melakukan dan melaksanakan jadi kita juga yang
akan rasakan jika kita biasa melakukan sesuai yang ditetapkan.
Banyak
sekali contoh kejadian yang menggambarkan tentang hubungan antara pelapisan
sosial dengan kesamaan derajat. Salah satu contoh dalam lingkungan kita, kita
dapat temukan hal ini di lingkungan kita sendiri, bagi orang yang memiliki
lapisan sosial tertinggi di lingkungannya, maka orang itu juga akan mendapatkan
sesuatu yang istimewa di masyarakatnya, seperti dihormati, dihargai, serta memiliki
wibawa yang sangat tinggi, karena mereka memiliki tempat atau
derajat yang sangat dihormati, tetapi semua itu kembali terhadap kepada
individu. Masih banyak contoh lainnya, pelapisan sosial dan kesamaan
derajat memiliki cangkupan yang sangat luas, kita akan temukan dalam
mendapatkan pekerjaan, dalam memilih pasangan pun terkadang dilihat dari hal
ini.